NeoSiakad terhubung ke Neo Feeder PDDIKTI dua arah: menarik data dari sana, dan mendorong data ke sana. Bagian ini menjelaskan cara mengendalikannya.
Dasbor sinkronisasi
Buka Setting → Sync PDDIKTI. Satu tabel menyatukan seluruh jenis data yang tersinkron — mahasiswa, akademik, dosen, aktivitas, dan referensi nasional — dengan kolom:
- Lokal — jumlah data di NeoSiakad.
- Feeder — jumlah data di PDDIKTI.
- Selisih — beda keduanya. Inilah kolom yang paling perlu diperhatikan.
- Synced — berapa yang sudah tercatat tersinkron.
- Terakhir Sync — kapan terakhir dijalankan.
Angka Feeder disimpan sementara agar halaman tidak lambat. Gunakan Refresh Count Feeder untuk mengambil angka terbaru. Penyaring Hanya bermasalah menyembunyikan baris yang sudah seimbang.
Menarik dan mendorong
Tiap baris punya tombolnya sendiri:
- Pull dari Feeder — mengambil data dari PDDIKTI ke NeoSiakad. Inilah yang dipakai untuk referensi nasional dan untuk menyamakan data yang sudah lebih dulu ada di PDDIKTI.
- Push ke Feeder — mengirim data NeoSiakad ke PDDIKTI. Sebagian bisa dipersempit lebih dulu menurut semester dan prodi, sehingga Anda tidak perlu mengirim seluruh riwayat kampus untuk memperbaiki satu semester.
Tersedia pula Pull Nilai Komponen yang menarik nilai per komponen untuk kelas tertentu.
Tiga baris yang dulu hanya bisa ditarik kini juga punya Push ke Feeder: Nilai Transfer, Transkrip Mahasiswa, dan Perubahan Riwayat Pendidikan.
Memilih status sebelum mendorong
Setiap jendela Push — baik dari dasbor ini maupun dari tindakan pada halaman data — memuat isian Status. Anda menentukan sendiri baris berstatus apa yang ikut dikirim: hanya yang Pending, hanya yang Error untuk mencoba ulang yang gagal, atau seluruhnya.
Yang membuatnya berguna: jendela itu menampilkan jumlah baris per status lebih dulu, sebelum Anda menekan tombol. Anda tahu persis akan mengirim berapa data, bukan menekan tombol lalu menunggu untuk mengetahuinya.
Sebaliknya, ketika Anda mencentang baris tertentu, yang terkirim hanya baris itu. Ini terdengar sudah semestinya, tetapi sebelumnya sebagian tindakan massal diam-diam mengirim seluruh data seinstitusi meskipun Anda hanya memilih beberapa baris. Kini pilihan Anda dihormati, dan pemilihan status hanya mempersempitnya lebih jauh — bukan melebarkannya kembali.
Hal serupa berlaku pada halaman perkuliahan seorang mahasiswa: pengiriman terbatas pada mahasiswa pemilik halaman itu.
KRS dan nilai dikirim terpisah
Di Perkuliahan → Aktivitas Kuliah → [data perkuliahan] → KRS (juga tersedia di panel Prodi), grup tombol Aksi memuat dua pengiriman yang berbeda:
- Push KRS ke Feeder — mengirim keikutsertaan mahasiswa di kelas. Tidak membawa nilai.
- Push Nilai ke Feeder — mengirim nilai kelas-kelas itu, bawaan status Pending dan Modified. Butuh kewenangan sinkronisasi PDDIKTI.
Versi massalnya, Push KRS Selected ke Feeder dan Push Nilai Selected ke Feeder, hanya mengirim baris yang Anda centang. Nilai yang KRS-nya belum ada di PDDIKTI dilewati, jadi kirim KRS lebih dulu. Baris konversi aktivitas tidak ikut dalam Push Nilai ini.
Tombol Push di halaman data
Untuk memperbaiki satu bagian, Anda tidak harus ke dasbor ini. Beberapa halaman data kini punya pengirimannya sendiri:
- Perkuliahan → Dosen → Pengajar Kelas — grup tombol Aksi → Push ke Feeder dengan Target Data Dosen Pengajar Kelas, atau centang baris lalu Push Pengajar ke Feeder. Sebelumnya pengajar hanya bisa dikirim dari halaman kelas satu per satu.
- Akademik → Komponen Evaluasi — tindakan massal Push Komponen ke Feeder dan Pull Komponen dari Feeder. Yang dikirim hanya komponen induk; sub-komponen rincian OBE tidak pernah dikirim dan tidak ikut dihitung. Penarikan berjalan per kelas dari baris terpilih.
- Akademik → Anggota Aktivitas → [anggota] → Konversi MK — tindakan massal Pull Konversi dari Feeder dan Push Konversi ke Feeder.
- Perkuliahan → Mahasiswa → [mahasiswa] → Transkrip — grup tombol Aksi → Push ke Feeder mengirim seluruh transkrip mahasiswa itu tanpa perlu mencentang baris satu per satu. Yang terkirim hanya percobaan pemenang menurut strategi transkrip kampus (bawaannya: nilai tertinggi).
Di panel Prodi, tombol-tombol ini otomatis terbatas pada data prodi yang sedang dibuka. Semuanya hanya tampil bagi pemegang izin sinkronisasi PDDIKTI di Edit Role, sama dengan dasbor ini.
Sinkronisasi tidak berjalan otomatis
Ini keputusan rancangan yang penting dipahami: penambahan dan perubahan data tidak dikirim otomatis ke PDDIKTI. Pengiriman selalu Anda picu sendiri — lewat tombol di halaman ini, tindakan pada baris data, atau tindakan massal.
Alasannya sederhana: data akademik sering dikoreksi berkali-kali sebelum benar. Mengirim tiap perubahan seketika hanya akan memenuhi PDDIKTI dengan versi setengah jadi.
Pengecualiannya adalah penghapusan. Saat Anda menghapus data yang sudah pernah tersinkron, sistem menghapusnya di PDDIKTI lebih dulu; hanya bila itu berhasil, data lokal ikut dihapus. Bila gagal, penghapusan dibatalkan seluruhnya sehingga kedua sisi tidak pernah berbeda.
Membaca status sinkronisasi
Tiap data membawa status sinkronisasinya sendiri:
- Pending — belum pernah dikirim.
- Synced — sudah tersinkron dan sama dengan di PDDIKTI.
- Modified — pernah tersinkron, lalu diubah di NeoSiakad. Perlu dikirim ulang.
- Error — pengiriman ditolak. Alasannya tercatat pada data tersebut.
- Orphan — ada di PDDIKTI tetapi tidak punya pasangan di NeoSiakad.
Angka pada tiap status bisa diklik untuk membuka daftar barisnya. Bila Anda melihat "12 Error" dan ingin tahu error apa, mulailah dari sana alih-alih menyusuri tabel data satu per satu.
Catatan proses
Setting → Sync Logs memuat riwayat tiap proses sinkronisasi beserta kemajuan dan kesalahannya. Tindakan Lihat Log di dasbor membuka catatan proses yang sedang berjalan, dan Batalkan Sync menghentikan proses yang masih berlangsung.
"Sudah ada di Feeder" bukan kegagalan
Bila PDDIKTI menjawab bahwa KRS seorang mahasiswa di suatu kelas sudah ada, baris itu tidak lagi dihitung gagal. Pasangan yang terbukti sudah ada ditandai Synced, dan notifikasinya memisahkan hitungannya, misalnya "…40 terkirim, 3 sudah ada di Feeder, 2 dilewati".
Saat sinkronisasi gagal
- Ditolak karena tidak berwenang — token akses ke Feeder kedaluwarsa. Sistem memperbaruinya sendiri; bila tetap gagal, periksa kredensial Feeder di pengaturan.
- Tidak tersambung atau kehabisan waktu — server Feeder sedang tidak dapat dihubungi. Coba lagi setelah beberapa waktu; ini di luar kendali NeoSiakad.
- Ditolak karena validasi — ada isian wajib yang kosong atau formatnya tidak sesuai. Alasannya spesifik dan tercatat pada data yang bersangkutan; perbaiki datanya lalu kirim ulang.
Pesan kegagalan ditulis dalam bahasa yang bisa Anda tindaklanjuti — "Feeder tidak dapat dihubungi", bukan potongan pesan teknis yang tidak berarti apa-apa bagi operator. Bila Feeder kampus benar-benar sedang mati, halaman ini mengatakannya begitu saja alih-alih membuat Anda menebak.
Gangguan di PDDIKTI pusat berbeda dari gangguan Feeder kampus
Kadang Feeder kampus sehat, tetapi layanan PDDIKTI pusat yang sedang bermasalah — dan pada saat itu penarikan data mengembalikan hasil kosong. Keadaan ini kini dikenali dan diberi status serta warna tersendiri, terpisah dari kegagalan biasa.
Bedanya penting bagi Anda: gangguan pusat bukan sesuatu yang bisa diperbaiki dari sisi kampus. Yang tepat dilakukan adalah menunggu, bukan mengubah data atau kredensial. Sebelumnya keadaan semacam ini kadang dilaporkan sebagai penarikan yang berhasil dengan nol data — laporan yang menyesatkan, karena tidak ada bedanya di layar antara "memang tidak ada data" dan "gagal mengambilnya".
Untuk hal yang sama, panggilan Feeder yang dijalankan langsung dari halaman kini dibatasi jatah waktunya. Bila melebihi, Anda mendapat pesan yang jelas alih-alih halaman yang menggantung sampai peramban menyerah.
Urutan yang harus dipatuhi
Untuk mahasiswa baru, biodata harus masuk lebih dulu, baru riwayat pendidikannya, dan baru sesudahnya data turunan seperti KRS, nilai, transkrip, dan keanggotaan aktivitas. Urutan ini sering jadi penyebab kegagalan pengiriman di awal tahun ajaran.
Urutan itu kini dijaga sistem, bukan sekadar dianjurkan. Baris yang induknya belum ada di Feeder — misalnya riwayat pendidikan yang biodatanya belum terkirim, atau data turunan yang riwayat pendidikannya belum terkirim — tidak ikut dikirim. Jendela Push di dasbor ini, dan pada tombol Push ke Feeder di halaman data, menyebut baris itu terpisah dengan kalimat "Tertahan, belum akan terkirim sekarang" beserta sebab dan jumlahnya. Sebab lain yang disebut dengan cara yang sama antara lain KRS yang masih draf atau ditolak, dan nilai yang belum diisi.
Status baris yang tertahan tidak diubah menjadi Error — hanya alasannya yang dicatat. Karena itu ia terkirim sendiri pada push berikutnya, begitu induknya sudah masuk PDDIKTI. Jadi bila ada yang tertahan, kirim dulu induknya (biodata, lalu riwayat pendidikan), baru ulangi push data turunannya.
[Gambar — dasbor Sync PDDIKTI dengan kolom Lokal, Feeder, Selisih, dan tombol Pull serta Push]