Inilah pekerjaan utama modul OBE. Susunlah berurutan — tiap tahap memakai hasil tahap sebelumnya, dan melompat hanya membuat Anda kembali lagi.
Memulai
Buka Akademik → Kurikulum, pilih kurikulum, lalu masuk ke sub-navigasi Ringkasan OBE. Halaman ringkasan menampilkan kemajuan tiap tahap.
Bila Asisten AI aktif di kampus Anda, sebagian besar tahap di bawah — profil lulusan, CPL, indikator kinerja, bahan kajian, matriks, CPMK, Sub-CPMK, serta tahap dan bobot penilaian — bisa diawali dengan draf dari AI lewat menu Aksi di Ringkasan OBE. Lihat panduan Menyusun OBE dengan AI; hasilnya tetap Anda periksa di sub-navigasi yang sama seperti di bawah.
Untuk kurikulum yang benar-benar baru, mulailah dengan Aksi → Mulai Penyusunan OBE. Tindakan ini membuat enam teknik penilaian yang sama dengan enam komponen nilai bawaan PDDIKTI — Aktivitas Partisipatif, Hasil Proyek, Tugas, Quiz, UTS, dan UAS — masing-masing langsung tertaut ke slot Feeder-nya, sehingga Anda tidak mulai dari halaman kosong.
- Bobot acuan tiap teknik diambil dari template komponen evaluasi prodi kurikulum itu, atau template kampus bila prodi tidak punya. Bila template tidak memetakan satu slot pun, dipakai bobot bawaan 10/20/20/10/20/20, dan keterangan tekniknya menyatakan bahwa bobot itu HARUS disesuaikan dengan rencana evaluasi prodi.
- Bobot acuan ditulis di keterangan teknik sebagai arah, dan dipakai AI sebagai patokan. Ia bukan bobot penilaian di sub-navigasi Bobot Penilaian — matriks itu tetap Anda (atau AI) isi.
- Tombolnya hanya muncul selama kurikulum belum punya CPL maupun teknik penilaian sama sekali. Kurikulum lama yang sudah punya teknik tidak ditambahi apa pun.
Nama dan keterangan keenam teknik itu boleh Anda ubah setelahnya.
Tahap 1 — Profil Lulusan
Sub-navigasi Profil Lulusan. Profil lulusan adalah peran atau profesi yang hendak diisi lulusan program studi Anda — misalnya auditor internal, analis data, atau pendidik.
Tiap profil punya kode, deskripsi, dan unsurnya. Buatlah secukupnya: tiga sampai lima profil biasanya sudah memadai, dan daftar yang terlalu panjang membuat matriks berikutnya sulit dibaca.
Tahap 2 — CPL
Sub-navigasi CPL. Capaian Pembelajaran Lulusan adalah capaian di tingkat program studi, dikelompokkan menurut unsurnya: sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus.
Kode CPL harus unik dalam satu kurikulum. Pakailah penomoran yang konsisten sejak awal — kode inilah yang akan muncul di seluruh matriks, laporan, dan akhirnya di SKPI mahasiswa.
Di sebelahnya ada sub-navigasi Indikator Kinerja, untuk merinci tiap CPL menjadi indikator yang bisa diukur. Indikator kinerja dipakai bila kurikulum memilih level pemetaan Indikator Kinerja (IK) lewat Aksi → Atur Level Pemetaan di Ringkasan OBE: CPMK lalu dipetakan ke IK, dan IK ke CPL. Bawaannya CPL saja — CPMK dipetakan langsung ke CPL.
Tahap 3 — Matriks CPL × Profil Lulusan
Sub-navigasi CPL – PL, di kelompok Pemetaan (matriks). Sebuah kisi centang: tandai CPL mana yang mendukung profil lulusan mana. Satu CPL boleh mendukung beberapa profil.
Semua matriks di modul ini bekerja sama: klik sel untuk menyalakan atau mematikan kaitan, dan perubahan tersimpan seketika tanpa tombol simpan terpisah.
Tahap 4 — Bahan Kajian dan matriksnya
Sub-navigasi Bahan Kajian memuat badan pengetahuan yang menopang CPL. Lalu sub-navigasi CPL – BK memetakan CPL mana ditopang bahan kajian mana.
Tahap 5 — Menghubungkan ke mata kuliah
Dua matriks berikutnya menautkan rancangan ke mata kuliah nyata dalam kurikulum:
- BK – MK — bahan kajian mana diwadahi mata kuliah mana.
- CPL – MK — CPL mana dibebankan ke mata kuliah mana.
Baris mata kuliah diambil dari daftar mata kuliah kurikulum tersebut. Bila ada yang belum muncul, lengkapi dulu kaitan mata kuliah di kurikulum sebelum melanjutkan.
Tahap 6 — CPMK
Sub-navigasi CPMK. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah adalah turunan CPL — tiap CPMK wajib punya CPL induk. Dari kaitan inilah nilai CPMK nanti digulung menjadi nilai CPL.
Lalu matriks CPMK – MK memetakan CPMK ke mata kuliah. Tiap pemetaan itu punya empat atribut — tahap, instrumen, kriteria, dan proporsi CPMK dalam mata kuliah tersebut — yang diisi di sub-navigasi Tahap Penilaian (lihat tahap 8).
CPMK yang disusun AI kini ikut mengisi tahap, instrumen, dan kriteria — hanya pada pemetaan yang ketiganya masih kosong. Saat AI juga mengisi bobot penilaian mata kuliah itu, proporsi yang masih kosong ikut diisi dari jumlah bobot CPMK tersebut. Isian yang sudah Anda ketik tidak ditimpa. Rinciannya di panduan Menyusun OBE dengan AI.
Tahap 7 — Sub-CPMK
Sub-navigasi Sub-CPMK memerinci tiap CPMK pada satu mata kuliah menjadi butir yang lebih operasional — inilah yang biasanya menjadi kemampuan akhir tiap pertemuan di RPS. Setelah memilih mata kuliah, tombol Susun CPMK & Sub-CPMK dengan AI muncul di bagian atas bila Asisten AI aktif.
Tahap 8 — Teknik dan bobot penilaian
Sub-navigasi Teknik Penilaian memuat daftar teknik penilaian kurikulum ini. Bila Anda memakai Mulai Penyusunan OBE, enam teknik yang sesuai komponen nilai PDDIKTI sudah tersedia dan sudah tertaut ke slotnya; namanya boleh Anda ubah, dan Anda boleh menambah teknik lain.
Tiap teknik punya isian Slot Feeder: ke slot komponen nilai PDDIKTI mana teknik itu ditempatkan saat Isi dari OBE dijalankan di kelas. Teknik tanpa Slot Feeder dilewati oleh Isi dari OBE — ia tidak menghasilkan komponen apa pun di kelas dan tidak ikut terkirim ke PDDIKTI. Ini perlu diperiksa terutama pada kurikulum lama yang tekniknya disusun sebelum teknik bawaan tertaut ke slot: tetapkan Slot Feeder tiap teknik satu per satu, karena Mulai Penyusunan OBE tidak muncul lagi di kurikulum yang sudah punya teknik.
Sub-navigasi Bobot Penilaian adalah matriks angka: berapa bobot tiap CPMK pada tiap teknik penilaian. Aturannya satu dan tegas:
Total bobot dalam satu mata kuliah harus berjumlah 100.
Matriks inilah yang kelak diterjemahkan menjadi komponen penilaian kelas bila Anda menyalakan pengukuran ketercapaian. Bobot tiap slot di kelas adalah jumlah bobot teknik yang ditempatkan di slot itu. Contohnya, bila teknik UTS bernilai 20 pada CPMK-1 dan 10 pada CPMK-2, slot UTS kelas akan berbobot 30 — dan rincian 20 dan 10 itu tetap disimpan supaya nilai per CPMK bisa dihitung kembali.
Sub-navigasi Tahap Penilaian melengkapinya: pilih mata kuliah, lalu untuk tiap CPMK yang dipetakan ke mata kuliah itu isi tahap penilaian, instrumen, kriteria, dan proporsinya.
Memeriksa hasil
Kembali ke sub-navigasi Laporan. Di sana tersedia audit kelengkapan yang menunjuk bagian mana yang masih menggantung — CPL tanpa CPMK, mata kuliah tanpa CPL, bobot yang tidak berjumlah 100, dan sejenisnya.
Audit bersifat peringatan, bukan penghalang. Sistem tidak akan menolak menyimpan kurikulum yang belum lengkap, karena penyusunan kurikulum berlangsung berminggu-minggu dan menuntut kelengkapan di tiap langkah hanya akan menghalangi pekerjaan.
Sub-navigasi Mata Kuliah
Sub-navigasi Mata Kuliah, di kelompok Output, memuat daftar mata kuliah kurikulum ini beserta SKS, sifat wajib, boleh lintas semester, prasyarat, kelompok, dan status sinkronisasinya. Daftar inilah dasar baris mata kuliah di matriks BK – MK, CPL – MK, dan CPMK – MK — mata kuliah yang belum ada di sini tidak akan muncul di matriks mana pun.
[Gambar — matriks CPL – MK dengan kisi centang dan daftar mata kuliah di kolom kiri]