Penerimaan mahasiswa baru punya sifat yang tidak dimiliki modul lain: penggunanya orang luar yang belum punya akun, mengisi formulir panjang, dari ponsel, sering di jaringan yang tidak stabil. Setiap asumsi yang berlaku untuk pengguna internal gugur di sini.
Dari sisi calon mahasiswa
- Mendaftarkan akun sendiri di panel pendaftaran, tanpa perlu didaftarkan panitia lebih dulu.
- Mengisi formulir bertahap yang tersimpan sebagai draf. Pengisian bisa ditinggal dan dilanjutkan lain waktu tanpa kehilangan isian — asumsi bahwa pengguna akan menyelesaikan formulir panjang dalam satu duduk adalah asumsi yang salah.
- Mengunggah berkas persyaratan pada tahap tersendiri.
- Setelah dikirim, formulir menjadi hanya-baca. Pembatalan tetap mungkin bila memang diperlukan.
- Bila berkas dikembalikan panitia, penandanya jelas di halaman pendaftar dan bisa disertai pemberitahuan lewat surel.
Dari sisi panitia
Periode, gelombang, dan jalur pendaftaran dikelola sebagai data, jadi membuka gelombang kedua tidak menuntut perubahan kode. Verifikasi berkas dan penetapan kelulusan dilakukan dari panel. Berkas persyaratan dan bukti pembayaran disimpan privat — alamatnya tidak bisa ditebak dan tidak bisa dibuka tanpa masuk.
Penomoran NIM
Bagian ini terlihat sepele sampai nomornya bentrok. NIM di NeoSiakad bisa disetel dengan cukup rinci:
- Mode nomor urut berlanjut menyeluruh, atau berulang per program studi.
- Kode program studi untuk NIM bisa berbeda dari kode resmi PDDIKTI, lewat penanda tempat pada polanya — banyak kampus memakai kode internal sendiri yang sudah terlanjur dipakai bertahun-tahun.
- Angka awal berfungsi sebagai penimpa sungguhan, bukan sebagai saran yang diabaikan diam-diam.
- Penghitung nomor tampil hidup saat pembuatan, disertai pratinjau hasilnya.
- NIM ganda selalu ditolak, termasuk saat nomor ditimpa manual untuk kasus khusus.
Setelah NIM terbit, data pendaftar berpindah menjadi data mahasiswa dengan riwayat pendidikan yang siap dilaporkan ke PDDIKTI.