Mengabsen empat puluh mahasiswa satu per satu memakan waktu perkuliahan. Pekan ini presensi bisa dilakukan mahasiswa sendiri, tanpa mengorbankan kendali dosen.
Presensi QR mandiri
Dosen membuka modal berisi kode QR untuk pertemuan yang sedang berlangsung. Mahasiswa memindainya dan mendarat di halaman check-in di panelnya sendiri — sehingga yang tercatat adalah akun yang benar-benar masuk, bukan sekadar siapa pun yang memindai. Sumber setiap catatan kehadiran ikut tersimpan, jadi dosen bisa membedakan mana yang diisi manual dan mana yang dari pemindaian.
- Dinyalakan lewat pengaturan pada tab Kehadiran, jadi kampus yang belum siap tidak terpaksa memakainya.
- Tersedia dari panel Siakad maupun dari Jadwal Mengajar milik dosen.
- Aksi Input Absensi manual tetap ada berdampingan.
Halaman Ubah Peran yang tidak lagi kehabisan waktu
Di kampus dengan banyak data, membuka halaman Ubah Peran bisa kehabisan waktu setelah tiga puluh detik dan berakhir dengan galat 500. Penyebabnya setiap centang izin memicu perjalanan bolak-balik ke peladen. Perilaku itu dilepas dan aksi centang-semua dikembalikan ke sisi peramban, sehingga halamannya terbuka dan merespons seketika.
Sekalian dibereskan: label dan keterangan peran yang bocor menjadi baris izin, serta izin sampah yang menumpuk dari perubahan penamaan sebelumnya.
Program studi mengikuti kepemilikan Feeder
Program studi adalah data milik PDDIKTI. Pembuatan program studi baru dari NeoSiakad ditutup, kolom sinkronisasinya menjadi tampilan saja, dan status program studi diseragamkan ke satu kosakata — sebelumnya isian status menolak kode yang justru dikirim Feeder.
Format NIM per program studi
Nomor induk mahasiswa untuk pendaftar baru bisa memakai kode program studi khusus lewat penanda tempat pada polanya, terpisah dari kode resmi PDDIKTI.