Dua pekerjaan besar pekan ini, dan keduanya menyentuh hal yang selama ini dikerjakan berulang secara manual.
Kelas gabungan
Di banyak kampus, satu mata kuliah diajarkan bersamaan untuk dua prodi demi efisiensi dosen dan ruangan. Secara pelaporan itu dua kelas; secara nyata itu satu pertemuan. Akibatnya menumpuk: kolom bentrok menyala untuk pasangan yang memang sengaja digabung sehingga bentrok sungguhan tenggelam, dosen menginput absen dua kali, dan beban mengajarnya terhitung dua kali.
Sekarang kampus mendefinisikan Grup MK Setara sekali — berlaku lintas semester — lalu membuka kelas seperti biasa. Kelas kembarnya lahir sendiri.
- Jadwal, presensi, pengajar, komponen evaluasi, materi, dan tugas dikerjakan di kelas induk lalu dicerminkan ke anggota.
- Yang dilaporkan ke PDDIKTI tidak berubah sama sekali — tetap dua kelas dengan peserta dan nilainya masing-masing.
- Pertemuan antar anggota segabungan tidak lagi dianggap bentrok, sehingga sinyal bentrok kembali berarti.
- Kapasitas KRS dihitung sebagai satu angka, karena yang membatasi memang ruangannya.
- Beban mengajar dihitung sekali per gabungan.
- Presensi induk menampilkan satu daftar hadir gabungan tetapi tersimpan terpisah per kelas, sehingga rekap kehadiran dan berita acara tiap kelas tetap benar.
Kelas lama yang telanjur diinput dua kali tidak perlu dibongkar — tersedia deteksi dari jadwal dan generator dari grup MK. Seluruh fitur ini tidur sampai kampus menyalakannya.
Asisten AI
Asisten percakapan kini hidup di dalam panel, bisa dibuka sebagai panel geser tanpa meninggalkan halaman yang sedang dikerjakan.
- Lingkupnya mengikuti izin akun yang bertanya, dan tidak pernah menembusnya. Mahasiswa menanyakan nilai temannya tidak akan mendapat jawabannya — bukan karena ditolak dengan sopan, melainkan karena datanya memang tidak pernah sampai kepadanya.
- Mahasiswa bisa menanyakan KRS, jadwal, IPS dan IPK, serta ringkasan transkripnya; dosen menanyakan jadwal mengajar, bimbingan, nilai bimbingan, dan rekap kehadiran kelas; admin dan kaprodi menanyakan pencarian mahasiswa, KRS yang menunggu persetujuan, dan statistik akademik.
- Pertanyaan di luar urusan akademik ditolak sebelum sampai ke model — ini gerbang, bukan sekadar penghematan biaya.
- Jawaban dirender bertahap saat masih mengalir, dan chip saran menawarkan hanya pertanyaan yang memang bisa dijawab di panel Anda.
- Pesan batas menyebut keadaannya — batas per pengguna, plafon kampus, atau gangguan layanan — bukan "coba lagi nanti".
Kampus bisa memantau pemakaiannya sendiri lewat halaman Pemakaian AI: persentase terhadap plafon, token terpakai, dan rincian per pengguna.
Keuangan yang lebih lengkap
Tagihan bisa dipecah menjadi termin, dengan pembayaran dialokasikan ke termin terlama lebih dulu serta denda dan blokir KRS yang mengikuti termin. Ditambah potongan dan beasiswa sebagai jurnal kontra, alur refund yang berjenjang, aging piutang yang umurnya dihitung dari jatuh tempo termin, anggaran beserta realisasinya, dan ekspor PDF untuk lima laporan keuangan.
Tampilan yang dirapikan
Permukaan E-Learning dan CBT mulai disatukan bahasanya: materi menjadi kartu, tugas berstatus, pengumpulan ber-chip per tugas, dan dasbor ujian bertegel dengan baris pekerjaan yang masih tertahan.