Modul Aktivitas menampung banyak hal yang bentuknya berbeda-beda: kegiatan MBKM, penelitian, pengabdian, prestasi, sampai bimbingan. Menaruh semuanya dalam satu daftar membuat operator harus menyaring setiap kali membuka halaman.
Sub-navigasi per jenis aktivitas
Sekarang ada navigasi samping yang memecah daftar per jenis, masing-masing dengan jumlah datanya. Jenis yang paling banyak dipakai muncul lebih dulu. Penyaring jenis tersimpan di alamat halaman, jadi tautan ke tampilan tertentu bisa dibagikan dan tetap membuka tampilan yang sama.
- Kolom foto muncul di seluruh tabel bawahan Aktivitas dan Kelas.
- Kolom status sinkronisasi dan bagian detailnya diseragamkan lintas modul Siakad.
- Judul aktivitas tidak lagi terpotong di 60 karakter — batasnya dinaikkan ke 200 dengan tooltip teks penuh.
- Kolom yang jarang dipakai disembunyikan secara bawaan, tetapi tetap bisa dimunculkan lewat pengatur kolom.
Pengurutan yang tidak lagi dilawan sistem
Ada kelas bug yang membuat pengguna merasa aplikasinya rusak: mengklik kepala kolom untuk mengurutkan, lalu urutannya kembali seperti semula. Penyebabnya pengurutan bawaan yang dipasang di kode selalu menang atas pilihan pengguna. Pengurutan bawaan kini hanya berlaku selama pengguna belum memilih sendiri.
Kebutuhan khusus mengikuti bentuk PDDIKTI
Isian kebutuhan khusus mahasiswa dan dosen diubah menjadi daftar centang banyak-pilihan yang disimpan sebagai bitmask, persis bentuk yang diminta formulir Neo Feeder. Untuk dosen, istilahnya diganti menjadi kemampuan menangani — sesuai makna sebenarnya di PDDIKTI, yaitu ragam kebutuhan khusus yang sanggup didampingi dosen tersebut, bukan kebutuhan khusus yang dimiliki dosen itu sendiri.
Bagian Alamat pada detail mahasiswa kini juga menampilkan Provinsi dan Kabupaten, diturunkan dari kode wilayah yang sudah tersimpan.